Friday, June 5, 2015

Antara sebab rezeki di sempitkan - PART 1

Assalamualaikum


Semoga pembaca berada dalam rahmat Allah hendaknya.

Sekadar perkongsian dalam hal ANTARA SEBAB REZEKI DISEMPITKAN



Setelah kita bertungkus lumus bekerja...di hujung bulan kita pasti menerima gaji, sesuai dengan kelayakan kita, pangkat kita...tetapi apabila di tolak sana..di tolak sini masih tidak cukup..kenapa?

Kita sudah berkahwin, kita ada anak..kita sudah bekerja..boleh di katakan seharian kita itu di penuhi dengan waktu yang kita rasa kita menghabiskan dengan waktu yang berfaedah. Melayan anak, melayan suami melayan isteri..beriadah bersama kawan2..menyelesaikan kerja di pejabat..boleh di katakan semuanya sempurna..tapi masih terasa kesempitan rezeki.. kenapa?

Persoalannya KENAPA dan MENGAPA?

Kenapa ?
Jawapannya = PERKARA LEPAS

Mengapa ?
Jawapannya = LUPA / MENGABAIKAN

1. PERKARA yang LEPAS yang membuatkan perjalanan rezeki kita sempit
Apakah perkara yang lepas itu? Yang ini kena balik pada Agama kita iaitu Islam. Islam itu ada syariat yang telah di tetapkan oleh Allah SWT. Jangan di langgar dan jangan di permainkan hukum Allah. Pada suatu ketika dahulu, (kita imbas kembali perjalanan hidup kita) pernah atau tidak kita melakukan dosa besar? atau pernahkah kita hampir2 melakukan dosa besar? Semak kembali diri kita. Tiada seorang pun yang tidak melakukan dosa walau sebesar zarah. Melainkan mereka yang dijaga oleh Allah (maksum).

Sekirannya ADA itulah antara sebab utama kesempitan rezeki. Kesalahan yang kita buat itulah yang telah menutup rahmat Allah yang bersifat kerezekian Ar-Razzak

“Sesungguhnya orang mukmin apabila melakukan sesuatu dosa, terbentuklah bintik hitam pada hatinya. Apabila dia bertaubat, kemudian menghentikan dosa-dosanya dan beristighfar, maka bersihlah daripadanya bintik hitam itu. Dan apabila dia terus melakukan dosa, bertambahlah bintik hitam itu pada hatinya, sehingga tertutuplah SELURUH hatinya, itulah karat yang disebut Allah SWT di dalam kitabNya: Sesekali tidak, sebenarnya apa yang mereka lakukan telah mengkaratkan(menutup) hati mereka. Surah Al-Mutoffifin ayat 14.” Hadith riwayat Al-Baihaqi.
Apabila jiwa dan hati kita telah tertutup seluruhnya dari rahmat Allah maka terhijab la hubungan kita pada Allah SWT. Dan apabila hati dan jiwa kita terhijab maka segala kesalahan yang kita lakukan itu kita tidak melihat itu adalah satu kesalahan..walhal ia adalah satu kesalahan yang besar (dosa besar). Apabila sesuatu kesalahan yang besar telah di lakukan, bagi orang yang beriman ia tetap akan melihat itu adalah satu kesalahan yang besar tapi bagi ahli maksiat ia tidak merasakan apa-apa.

“Orang yang beriman akan melihat dosanya umpama gunung yang menghempap, manakala ahli maksiat pula akan melihat dosa itu umpama lalat yang hinggap pada hidung.” Hadith riwayat Bukhari.
“Tidak akan mencuri seorang pencuri, sekiranya ketika dia mencuri itu dia beriman. Tidak akan berzina seorang penzina, sekiranya ketika dia berzina itu dia beriman. Tidak akan meminum arak seorang peminum arak, sekiranya ketika dia meminum arak itu dia beriman.” Hadith riwayat Bukhari dan Muslim. 

Kesan dari dosa ini lah yang menyempitkan rezeki kita. Harus di ingat hadis Nabi SAW ada mengatakan perihal HATI.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda,
"Sesungguhnya dalam diri manusia itu ada seketul daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota badannya tetapi seandainya daging itu rosak dan kotor, maka kotor dan rosaklah seluruh anggota badannya. Daging yang dimaksudkan ini adalah hati."
(Riwayat Bukhari dan Muslim daripada Nu'man bin Basyir)

Hati inilah yang menerima segala ISYARAT KEREZEKIAN, Apabila hati ini menerima isyarat dari Yang Maha Tinggi, hati inilah yang akan mendorong kita untuk terus menerus mencari rezeki yang halal, dan hati inilah juga yang akan menjadi penasihat kita berkaitan dengan halal dan haram.

Dan persoalannya....apakah yang akan terjadi sekiranya HATI ini telah menjadi hitam yang pekat di sebabkan dosa-dosa kita. Ambil hamparan kain putih..cuba kita lihat dengan hati yang kosong tanpa meletakkan apa-apa rasa dan perasaan pada pandangan kita...tunggu dan lihat dalam beberapa detik,..PASTI, automatik dan tanpa di buat-buat kita akan merasakan tenang lapang bukan? satu lagi contoh .................

InsyaAllah akan di sambung dengan Risalah yang lain..dalam PART 2

Wednesday, June 3, 2015

Kecanduan Gajet ( FB / WhatApps / Dll )

Imam Masjidil Al Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim dalam sebuah khutbah Jum’at beliau berkata:

"Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whats App, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupannya ?

Bacalah ! 

Hal ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien Islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah.
Kita telah menjadi penyembah2 WhatsApp, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.

Kenapa hati kita mengeras ? 
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga kejadian2 yang di share di Whats App. 

Hati kita kini mempunyai kebiasaan yang tak lagi takut pada sesuatu pun. Oleh karenanya hati mengeras bagai batu. 

Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan ?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whats App saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari. Namun bukan begini tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam. 

Kenapa kita sangat sering mengghibah, padahal kita tidak sedang duduk dengan seorangpun. Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibah terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan cepat kita sebar ke grup2 yang kita punya. 

Dengan begitu cepatnya kita mengghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu. 

Sangat disayangkan, kita telah menjadi pecandu. Kita makan, handphone ada ditangan kiri kita. Kita duduk bersama teman2, HP ada di genggaman. Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi hand phone ada di tangan pula. Sedang memandu, HP juga di tangan. 

Sampai2 anak-anak kita pun telah kehilangan kasihsayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone.
"Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini. Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal betapa kita merasa sangat kehilangan.
Andai perasaan seperti itu ada juga pada salat dan tilawatul Qur'an kita".

Adakah dari kita yang mengingkari hal ini ?
Dan siapa yang tidak mendapatkan perubahan negatif dalam kehidupannya setelah masuknya teknologi ini pada kehidupannya dan setelah menjadi pecandu ?
Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur ? Apakah HP ? 

Mari kita sama2 kembali kepada Allah, jangan sampai ada hal2 yang menyibukkan kita dari dien kita.
Kita tak tahu berapakah sisa umur kita".

Allah berfirman:
“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”. QS.Thoha: 124. 

Jangan disembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu.
Semoga handphone yang kita miliki adalah wasilah untuk kebaikan dan bukan wasilah dalam keburukan....

Semoga bermanfaat buat kita semua.

Monday, June 1, 2015

Islam Larang Ibu Bapa Mencaci/Sumpah Anak - sambungan 2 (Saranan)

Assalamualaikum..

Berikut dari tajuk ini "Islam Larang Ibu Bapa Mencaci/Sumpah Anak" telah mendapat respon yang ramai bertanyakan hal ini maka di sini saya akan cuba kupaskan sedikit yang lebih pada bersifat umum untuk tidak menunjukkan siapa benar siapa salah. InsyaAllah akan saya cuba kupaskan.